Mama VIVIN ANDAYANI

 


Ya Rabb, bahagiakanlah ibuku sebagaimana ia tak pernah jemu menenun bahagia di sepanjang hidupku. Ia adalah perempuan yang diam-diam merapikan luka-lukanya sendiri agar aku tetap tumbuh dalam tawa. Ia menyembunyikan letih di balik senyum, menyelipkan doa pada setiap suap yang ia berikan, dan mengubah segala kekurangan menjadi kecukupan demi melihatku baik-baik saja.

Jika kelak Engkau bentangkan hamparan surga-Mu, dan ternyata tempat itu terlalu sempit untuk kami berdua, maka cukupkanlah untuk ibuku saja. Biarkan aku berdiri di ambang pintunya, menanti dengan segala kerinduan yang kupunya. Sebab bagiku, mengetahui bahwa ia telah tenang dalam dekapan rahmat-Mu adalah kebahagiaan yang melebihi seluruh kenikmatan surga itu sendiri.

Ya Allah, jangan biarkan air matanya jatuh sia-sia. Balas setiap denyut lelah yang pernah ia sembunyikan, setiap malam yang ia korbankan untuk mendoakanku, dan setiap luka yang ia telan dalam diam agar aku dapat hidup dengan lebih ringan.

Sebab sesungguhnya, aku tak pernah mampu membalas cinta seorang ibu. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum di hadapan-Mu kelak, sementara para malaikat menyambutnya dengan kabar yang paling indah:

"Wahai jiwa yang penuh kasih, masuklah ke dalam surga-Ku, karena cinta dan pengorbananmu telah sampai kepada-Ku."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih dari Sekadar Memimpin: NURDIN ABDULLAH Menjadi Kompas Perubahan

✨ “Setiap Langkah Adalah Sepucuk Surat yang Terbaca oleh Tuhan”

Antologi Dongeng dari Tangan Kreatif Siswa Kelas 7 MTs Al Hasan Bonto Manai