Antologi Dongeng dari Tangan Kreatif Siswa Kelas 7 MTs Al Hasan Bonto Manai
RAKSASA PENCURI BUAH
Ilham Lewa
Pada suatu hari, ada seekor raksasa yang memasuki sebuah hutan di Kalimantan. Di dalam hutan itu, terdapat sumber makanan dan buah-buahan yang sangat melimpah. Sesampainya di tengah hutan, raksasa itu terperangah melihat betapa banyaknya makanan di sekelilingnya. Dengan rakus ia berkata,
“Hahaha, hari ini aku akan makan sepuasnya!”
Setelah kenyang, pandangan raksasa tertuju pada sebuah rumah kecil. Ia pun berjalan menghampirinya. Di dalam rumah itu ternyata ada seorang nenek yang sedang tertidur lelap. Namun, nenek tersebut bukan nenek biasa. Ia memiliki ilmu sihir yang mampu melumpuhkan manusia, bahkan raksasa sebesar apa pun.
Tanpa memedulikan keberadaan nenek, raksasa itu mengambil kesempatan untuk mencuri buah-buahan dari kebun di belakang rumah. Setelah berhasil mengambil banyak buah, ia segera pergi tanpa rasa bersalah.
Tak lama kemudian, nenek itu terbangun dari tidurnya. Ia terkejut melihat bekas telapak kaki raksasa yang sangat besar menuju ke arah belakang rumah. Dengan penuh curiga, nenek segera menuju kebunnya. Sesampainya di sana, ia mendapati kebunnya hancur dan buah-buahannya lenyap dicuri.
Marah bercampur kecewa, nenek itu langsung menggunakan sihirnya untuk menghukum pelaku perusakan kebunnya. Seketika, raksasa itu pun lumpuh tak berdaya.
PERI YANG MEREMEHKAN BAKATNYA
Wirazaky Loea
Pada suatu hari yang jauh di negeri peri, lahirlah seorang peri kecil bernama Loly. Seperti peri lainnya, ia juga memiliki bakat khusus. Namun, Loly merasa bakatnya tidak berguna jika dibandingkan dengan teman-temannya yang memiliki kekuatan api, air, tanah, dan angin. Karena itu, ia sering merasa rendah diri.
Suatu ketika, musuh bubuyutan bangsa peri datang menyerang. Seekor monster besar yang telah bermutasi menjadi sangat jahat mengancam negeri peri. Para peri dengan kekuatan api, air, tanah, dan angin bersatu untuk melawannya, tetapi mereka hampir kalah.
Pada saat genting itu, Loly memberanikan diri untuk ikut bertarung. Dengan penuh keyakinan, ia menggunakan bakat yang selama ini ia ragukan. Ternyata, kekuatan Loly sangat berharga dan menjadi kunci kemenangan. Berkat keberaniannya, monster berhasil dikalahkan, dan negeri peri kembali hidup damai dan tenteram.
MANUSIA SERIGALA
Muhammad Fahri Alfarisi
Pada suatu malam purnama, seorang pria berjalan menaiki atap sebuah rumah kosong. Di bawah sinar bulan yang terang, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi seekor serigala. Dengan tatapan tajam ke arah bulan, ia melolong panjang dan berlari-lari di atas atap, seakan sedang bermain dengan cahaya malam.
Suara lolongan itu membuat penduduk desa terbangun. Mereka saling berbisik dan berbincang ketakutan, karena yakin telah melihat manusia yang berubah menjadi serigala. Keesokan harinya, kabar tentang “manusia serigala” menyebar ke seluruh penjuru desa.
Rasa takut berubah menjadi kebencian. Penduduk beramai-ramai melempari pria itu dengan batu, sampah, dan sayuran busuk. Tanpa belas kasihan, mereka akhirnya menghabisi nyawanya.
Sejak saat itu, malam purnama selalu meninggalkan kisah kelam bagi desa itu tentang seorang manusia yang dikutuk menjadi serigala, namun tak pernah diberi kesempatan untuk dimengerti.
ANAK DAN KUCING HUTAN
Andini
Pada suatu hari, hiduplah seorang anak yang gemar berpetualang ke dalam hutan. Ia pergi untuk mencari buah-buahan segar. Setelah berjalan cukup jauh, ia menemukan sebuah buah ranum yang tampak sangat lezat. Dengan gembira, ia memetik buah itu dan memakannya di bawah pohon besar yang rindang.
Ketika ia hendak pulang, tiba-tiba terdengar suara menyeramkan dari balik semak-semak. Jantungnya berdegup kencang, bulu kuduknya merinding. Namun, rasa penasaran membuatnya mencari asal suara itu. Perlahan ia mendekat, dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat seekor kucing kecil yang tampak ketakutan.
Kucing itu ternyata tersesat di hutan. Tubuhnya penuh luka, bulunya kotor, dan matanya memandang dengan sedih. Sang anak merasa iba. Dengan hati-hati, ia mengangkat kucing itu dan membawanya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia membersihkan luka-lukanya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Hari demi hari berlalu, kucing itu pun sembuh. Ia kembali sehat, lincah, dan senang bermain bersama sang anak. Sejak saat itu, keduanya menjadi sahabat yang tak terpisahkan.
PEREMPUAN DIBAWAH POHON BESAR
Muhammad Paisal Adrian
Pada suatu hari, sekelompok anak pergi ke hutan untuk berkemah semalam. Mereka mendirikan tenda di tepi hutan dan berkumpul bersama di samping api unggun. Malam itu terasa hangat oleh cerita dan canda mereka.
Ketika salah satu temannya hendak buang air kecil di bawah pohon besar, ia mendengar suara tangisan. Rasa penasaran membuatnya mendekat. Di sana, ia melihat seorang perempuan duduk sambil menangis tersedu-sedu.
Dengan lembut, ia pun mendekat dan bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Saat perempuan itu menoleh, tampaklah wajahnya penuh luka dan hancur. Meski sempat terkejut, sang anak tidak lari. Ia justru berkata, “Aku tidak takut dengan wajahmu. Yang penting hatimu baik. Jangan bersedih lagi, kau tidak sendirian.”
Mendengar kata-kata itu, perempuan tersebut tersenyum. Perlahan wujudnya berubah menjadi cahaya yang indah. Ia ternyata adalah roh penjaga hutan yang sedang menguji keberanian dan ketulusan hati anak itu. Sebagai balasan, sang penjaga mendoakan agar anak-anak yang berkemah di sana selalu diberi keselamatan dan kebahagiaan.
Sejak malam itu, mereka belajar bahwa keindahan sejati bukanlah pada rupa, melainkan pada ketulusan hati dalam menghargai sesama.
HARIMAU YANG SERAKAH
Alfian Reski
Pada suatu hari, seekor harimau kelaparan berjalan di tengah hutan untuk mencari mangsa. Saat ia sedang berkeliling, matanya tertuju pada seekor singa yang tengah asyik menyantap buruannya.
Harimau itu merasa iri. Ia tidak mau mencari makanan sendiri, melainkan ingin merebut hasil buruan singa. Dengan garang, ia mengejar singa itu untuk mengambil makanannya. Terjadilah kejar-kejaran hebat di hutan. Namun, singa tidak gentar. Ia melawan dengan sekuat tenaga.
Pertarungan pun tak terelakkan. Pada akhirnya, harimau yang serakah itu kalah dan terbunuh. Singa kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.
SINTA, CINTA, PUTRI, dan SANTRI
Lenteng
Pada suatu hari, beberapa santri putri sedang bermain bersama di halaman pondok. Di antara mereka ada seorang santri bernama Sinta. Ia ingin sekali pergi ke taman bunga yang indah di dekat pondok. Sinta lalu mengajak sahabatnya, Cinta, untuk menemaninya.
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju taman bunga. Namun, di tengah perjalanan, langkah Sinta terhenti. Ia melihat seorang anak perempuan yang berpenampilan tomboy sedang duduk sendirian di bawah pohon. Anak itu tampak murung.
Sinta pun menghampirinya dengan ramah, “Hai Kak, sendirian saja ya?”
Anak itu mengangguk dan tersenyum tipis, “Iya, aku memang sendiri. Memangnya kenapa?”
Sinta menggeleng, “Oh, tidak apa-apa. Aku hanya ingin berkenalan. Namamu siapa?”
Anak itu menjawab, “Namaku Putri.”
Cinta yang sejak tadi diam kemudian berkata, “Putri, maukah kamu ikut bersama kami? Kami sedang belajar di pondok pesantren. Di sana, banyak teman dan banyak ilmu yang bisa kita pelajari. Kalau kamu mau, kami bisa mengajakmu menjadi santri juga.”
Mendengar ajakan itu, hati Putri terasa hangat. Ia pun mengangguk setuju. Sinta dan Cinta lalu menggandengnya menuju pondok pesantren. Hari demi hari berlalu, Putri mulai berubah. Dari anak tomboy yang kesepian, ia tumbuh menjadi anak sholehah. Ia rajin mengaji, patuh kepada guru, dan bahkan kelak berhasil menjadi penghafal 30 juz Al-Qur’an.
Sejak itu, Putri dikenal sebagai santri teladan, sementara Sinta dan Cinta merasa bahagia karena telah membawa seorang sahabat menuju jalan kebaikan.

Komentar