Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

“Langkah Kecil dengan Bekal Besar Bernama Doa”

Gambar
Aku tumbuh dari rumah yang tak pernah kaya harta, tetapi selalu kaya doa. Ayahku pulang dengan tangan berdebu, membawa lelah dari bangunan ke bangunan. Ibuku menunggu di rumah, menggenggam sabar dan ikhlas, menyebut namaku dalam setiap sujudnya kepada Allah. Dari merekalah aku belajar bahwa hidup tidak selalu memberi kemewahan, tetapi selalu memberi makna bagi mereka yang sabar dan berserah. Ketika aku ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Bidikmisi, aku mengerti bahwa itu bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ia adalah cara Allah menguatkan langkahku, mengangkat mimpi seorang anak buruh bangunan agar tetap bernapas. Aku kuliah dengan membawa amanah, dan setiap huruf yang kupelajari adalah ikhtiar untuk membalas peluh ayah dan air mata ibu. Pernah suatu waktu aku berangkat KKN hanya bermodalkan empat ratus ribu rupiah. Jumlah yang bahkan tak cukup untuk merasa tenang, tetapi cukup untuk melatih tawakal. Di tas kecilku, aku menyimpan pakaian seadanya dan doa ibu yang tak pernah putus m...