Lebih dari Sekadar Memimpin: NURDIN ABDULLAH Menjadi Kompas Perubahan
Jejak Pengabdian di Tanah Bantaeng
Untuk Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr.
Ada masa di mana nama Bantaeng hanya dikenal sebagai kabupaten kecil di pesisir selatan Sulawesi. Sebuah daerah yang sunyi, jauh dari sorotan, dan seakan tertinggal dalam denyut perkembangan zaman. Tapi kemudian, datanglah seorang pemimpin yang membawa mimpi besar dengan langkah yang sederhana. Sosok itu adalah Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr.
Beliau tidak datang sebagai penyelamat. Ia datang sebagai pelayan rakyat. Dengan mata yang tajam membaca potensi, dan hati yang terbuka mendengar keluh kesah masyarakat, Bantaeng mulai dibangunkan dari tidur panjangnya. Tidak dengan gembar-gembor, tapi dengan kerja nyata.
Bantaeng yang dulu sunyi, perlahan berubah. Jalan-jalan diperbaiki, layanan kesehatan dipermudah, investasi dibuka, dan pendidikan mulai mendapat tempat yang layak. Bahkan, bencana pun ditangani dengan kesiapsiagaan yang membuat banyak daerah lain menoleh kagum. Semua itu tak lahir dari keajaiban, tapi dari visi besar yang dijalankan dengan disiplin dan ketulusan.
Namun, di balik pencapaian itu, Prof. Nurdin Abdullah tetap bersahaja. Ia lebih senang mendengar daripada bicara, lebih memilih bekerja daripada berpose. Ia hadir di tengah rakyat, bukan di atas mereka. Dan itulah yang membuat masyarakat Bantaeng tidak hanya menghormatinya, tapi menyayanginya sebagai pemimpin sekaligus orang tua yang mengayomi.
Tentu, tidak semua jalan yang ia tempuh mulus. Ada tantangan, ada penolakan, bahkan ada fitnah. Tetapi seperti air yang mengalir, beliau tak pernah berhenti. Ia tidak membalas dengan kemarahan, tapi dengan karya. Tidak menjawab cemooh dengan kata, tapi dengan bukti.
Sayangnya, sebagaimana manusia pada umumnya, kita kadang terlalu cepat lupa. Kita terjebak menilai satu kesalahan dan abai pada ribuan kebaikan yang telah hadir lebih dahulu. Padahal, jejak pengabdian beliau di Bantaeng adalah sesuatu yang tak bisa dihapus oleh waktu, apalagi oleh suara-suara yang tak paham cerita utuhnya.
Kini, Bantaeng berdiri lebih percaya diri. Sebuah daerah kecil yang pernah bermetamorfosis menjadi contoh nasional. Dan di balik itu, ada tangan dingin Prof. Nurdin Abdullah yang telah memberi segalanya, waktu, tenaga, pikiran, bahkan hatinya.
Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan kekuatan dan kesehatan untuk beliau. Dan semoga setiap kebaikan yang pernah ia tanam di tanah Bantaeng, tumbuh menjadi amal jariyah yang abadi.
Karena bagi kami, beliau bukan hanya mantan bupati.
Beliau adalah bagian dari sejarah terbaik yang pernah kami miliki.

Komentar