Luka Sunyi Di hati Seorang Istri

 

Dalam rumah tangga, yang sering diharapkan seorang istri bukanlah harta berlimpah atau kemewahan dunia, melainkan hadirnya suami di sisinya—menemani, mendengar, dan memberi perhatian. Namun, betapa sakitnya hati seorang istri ketika ia ingin berjalan-jalan bersama suaminya ke pantai untuk menyegarkan pikiran, tetapi justru suaminya lebih memilih bermain bola dengan kawan-kawannya.

Sakit itu bukan semata karena pantai atau jalan-jalan. Luka itu lahir karena ia merasa tak diutamakan, karena kebutuhannya untuk diperhatikan dipinggirkan oleh kesenangan duniawi yang sepele.

Padahal, Rasulullah ﷺ telah memberi teladan yang agung tentang bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya. Beliau, meski seorang pemimpin umat dan manusia tersibuk di dunia, tetap meluangkan waktu untuk membahagiakan istri-istrinya.

Diriwayatkan, Rasulullah ﷺ pernah berlomba lari dengan Sayyidah Aisyah r.a. Dalam kesempatan pertama, Aisyah menang. Beberapa tahun kemudian, Rasulullah berlomba lagi dan beliau yang menang. Dengan senyum penuh kasih beliau bersabda: “Kemenangan ini untuk menebus kekalahan yang lalu.” Sebuah kisah sederhana, namun di dalamnya tersimpan pesan mendalam: kebersamaan dengan istri adalah bentuk cinta yang nyata.

Tak hanya itu, Rasulullah ﷺ juga dikenal membantu pekerjaan rumah tangga. Ketika ditanya bagaimana beliau di rumah, Aisyah berkata: “Beliau biasa melayani keluarganya, menjahit pakaiannya sendiri, memerah susu kambingnya, dan bila tiba waktu salat, beliau keluar untuk salat.” (HR. Bukhari).

Teladan ini menunjukkan bahwa membahagiakan istri bukanlah perkara remeh, melainkan ibadah. Menemani istri ke pantai, mendengar keluhannya, atau sekadar berjalan bersamanya, bisa menjadi jalan menuju ridha Allah.

Maka wahai para suami, jangan abaikan istrimu demi kesenangan sesaat. Ingatlah bahwa Rasulullah ﷺ—manusia mulia pilihan Allah—pun meluangkan waktu untuk membuat istrinya tersenyum. Karena hati seorang istri adalah amanah, dan kebahagiaannya adalah bagian dari tanggung jawab suami di hadapan Allah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih dari Sekadar Memimpin: NURDIN ABDULLAH Menjadi Kompas Perubahan

✨ “Setiap Langkah Adalah Sepucuk Surat yang Terbaca oleh Tuhan”

Antologi Dongeng dari Tangan Kreatif Siswa Kelas 7 MTs Al Hasan Bonto Manai