“Menjahit Sunyi dengan Benang Kata”
Saya hanyalah seorang penulis lepas yang merawat kata-kata sebagaimana seorang ibu merawat anaknya. Bagi saya, menulis adalah perjalanan sunyi, tempat setiap huruf menemukan rumahnya, dan setiap kalimat mencari takdirnya. Hujan sering kali menjadi guru yang mengajarkan ketabahan, keheningan adalah sahabat yang memberi ruang untuk merenung, sementara air mata adalah tinta yang diam-diam melahirkan puisi.
Menulis bagi saya bukan sekadar aktivitas menuangkan huruf demi huruf ke atas halaman kosong. Ia lebih dari itu—sebuah cara untuk mengisi ruang hati yang kerap hampa. Dalam setiap prosa, saya menitipkan doa. Dalam setiap puisi, saya menyelipkan harapan. Dan dalam setiap renungan, saya berusaha menemukan makna yang sering tersembunyi di balik hal-hal sederhana yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi penulis lepas berarti memilih jalan bebas, tanpa terikat ruang maupun waktu, kecuali pada ikatan dengan kata-kata yang ingin dibebaskan. Setiap tulisan yang lahir adalah jejak kecil dari perjalanan panjang seorang pencinta sastra yang percaya: kata memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka, merangkul kesepian, dan menyatukan jiwa-jiwa yang mungkin tak pernah saling bertemu.
Pada akhirnya, menulis bagi saya adalah sebuah panggilan. Ia bukan hanya pekerjaan, tetapi juga ibadah kecil, sebuah bentuk syukur kepada Sang Pencipta yang menganugerahkan bahasa sebagai sarana untuk memahami dunia. Dan melalui blog sederhana ini, saya berharap setiap kata yang tertuang mampu menjadi sahabat, cermin, bahkan doa bagi siapa pun yang membacanya.

Komentar